Selasa, 05 Juni 2012

“KETIKA PEMUDA MEMBANGUN MASYARAKATNYA ”

2 komentar

 
“KETIKA PEMUDA MEMBANGUN MASYARAKATNYA ”


Cerita ini berawal dari mimpi seorang pemuda yang ingin melakukan perubahan terhadap desanya dan masyarakat yang tinggal di desa tersebut. Pemuda ini namanya Irwan, Irwan tinggal di suatu desa terpencil di atas bukit, namanya desa Kahaya. Desa ini ditempati oleh 66 kepala keluarga, Kahaya adalah sebuah desa yang terletak jauh dari perkotaan. Kahaya berjarak sekitar  10 km dari perkotaan tapi karena jalanan yang sukar untuk dilalui makanya kita membutuhkan waktu sekitar 4 sampai 5 jam untuk  ke desa tersebut dgn berjalan kaki, sebab tidak ada kendaraan yang dapat  melintas di jalan yang berbahaya ini.
Dusun ini belum memiliki penerangan sendiri serta akses jalan yang sulit untuk dilalui. Sebagian besar warga desa Kahaya tidak memliki latar belakang  pendidikan,  sebagian dari mereka buta aksara dan  tidak mengerti  bahasa Indonesia. Seperti inilah gambaran umum masyarakat disana, perkebunan yang digarap tanpa didasari teknik pertanian, sehingga hasil alamnya tidak dapat diharapkan menjadi penunjang perekonomian warga. Sebagian besar mata pencaharian masyarakat kahaya hanyalah sebagai petani kopi dan markisa. Sebagian besar masyarakat disana tidak mempunyai semangat untuk hidup, mereka tidak berusaha sama sekali untuk memperbaiki kondisi desanya, alasannya karena itu adalah hal mustahil, hal yang tidak mungkin terjadi. Namun ada salah  seorang pemuda yang mempuyai mimpi dan angan untuk merubah total desa tersebut, ia ingin desanya mempunyai sistem penerangan sendiri, mempunyai akses jalan yang mudah untuk dilalui dan ingin mengubah masyarakat desa tersebut mnjadi masyarakat yang kreatif dan mandiri. Dia lah Irwan pemuda yang berani bermimpi ,semangat dan tekad  yang kuat adalah sahabat karibnya,  maka nya ia tidak pernah menyerah ataupun berfikir sedikit pun untuk mundur dari mimpinya.
Suatu hari dengan bantuan beberapa tokoh masyarakat, pemuda ini megumpulkan seluruh warga, kiranya untuk membicrakan langkah- langkah apa saja  yg harus dilakukan  untuk membentuk desa Kahaya  menjadi desa yang di idam-idamkan selama ini. Melalui bantuan dari bebarapa tokoh masyarakat ,akhirnya Irwan  mendapatkan kepercayaan oleh seluruh warga untuk memimpin dalam pembangunan desa tersebut.
“ Kita harus melakukan perubahan terhadap desa kita yg tercinta ini, kita tidak boleh hanya berpangku tangan menungggu keajaiban tuhan! Kita harus bekerja sama, dan saling membantu satu sama lain” kata Irwan kepada seluruh masyarakat.
Salah seorang warga pun angkat bicara  “ Itu Mustahil!!!!!  Apa yang kita lakukan hanyalah hal yang bodoh dan sia- sia, bagaikan memindahkan gunung yangg tinggi. Sampai kapan pun desa ini tidak akan berubah”!!
“Apapun hasilnya  nanti, baik atau buruk tidak ada yang tahu, yang penting kita harus berusaha bersama-sama,  makanya saya sangat membutuhkan kepercayaan kalian untuk memimpin pembngunan desa ini , apakah saudara mau diselimuti kegelapan terus menerus setiap malam nya, apakah saudara mau melihat masyarakat yang kerjanya hanyalah bermalas-malasan, apakah saudara mau anak- anak kita nantinya juga tidak bisa menikimati yang namanya bersekolah!  kita harus melakukan perubahan terhadap desa kita ini” kata Irwan sambil melirik ke warga yang anggkat bicara tadi.
Salah satu tokoh masyarakat   yang bernama pak Muhlis juga mulai angkat bicra  ‘ apa salahnya kita berikan kesempatan kepada pemuda ini! Pemuda ini sangat bersemangat dan mempunyai niat yang baik, jadi marilah kita mendukung usulan pemuda ini !
“ Lantas apa yang harus kita lakukan untuk mengubah desa ini ?? kata salah seorang warga.
“ Irwan pun  menjawab dengan lantang dan tegas  “Langkah pertama yaitu kita harus memikirkan agar aliran listrik dapat masuk di desa ini, dan jalanan harus diperbaiki sehingga dapat dilalui oleh kendaraan, agar kita tidak susah payah lagi untuk berjalan kaki berjam-jam untuk turun ke perkotaan. Maka dari itu  saya dan beberapa tokoh masyarakat nantinya akan turun ke kota, bagaimana pun caranya saya harus bertemu dengan pemerintah setempat kiranya mereka dapat membantu kita semua”
Keesokan harinya , Irwan dan beberapa tokoh masyarakat pun turun ke kota untuk bertemu dengan pemerintah setempat. Setiba di kota mereka langsung ke kantor bupati untuk bertemu dengan bapak bupati.
Ada yang bisa kami bantu pak ! kata salah seorang karyawan di kantor bupati.
Kami mau bertemu dengan bapak bupati, kami mempunyai urusan yang sangat penting. Mungkin bapak bisa membantu untuk mempertemukan kami dengan bapak bupati” kata pak Muhlis.
Kebetulan bapak bupati sekarang ada diruangannya, mungkin bapak-bapak sekalian bisa langsung masuk ke ruangannya , mungkin hanya 2 orang yang bisa masuk, yang lainnya silahkan tunggu di depan pintu, kata karyawan tersebut dengan nada yang sopan!
Selamat siang pak, kami masyarakat dari desa kahaya, kiranya kami ingin meminta bantuan kepada bapak “kata Irwan
Bapak bupati pun menjawab “ Desa kahaya !!!!  baru kali ini aku menerima tamu dari desa Kahaya. Ada keperluan apa, sehingga bapak relakan jauh-jauh kesini ?
Begini pak, kami telah merencanakan untuk melakukan pembanguan di desa Kahaya , rencananya kami ingin mengusahakan agar  aliran listrik juga dapat dinikmati oleh masyarakat Kahaya. Selain itu kami juga akan memperbaiki jalanan menuju desa kami, seperti yang bapak tahu, jalanan menuju desa kami hanyalah dapat dilalui dengan berjalan kaki, tidak dapat dilalui dengan menggunakan kendaraan.” jawab Irwan.
Sebenarnya, kami telah  mengusahakan agar aliran listrik dapat dinikmati oleh masyarakat Kahaya,  jarak antara desa Kahaya dan perkotaan begitu jauh merupakan salah faktor penghambat terbesar sehingga aliran listrik tidak dapat sampai di desa Kahaya. Selain itu  Baru-baru ini kami sudah memperbaiki jalan raya sekitar perkotaan, dan nantinya kami akan mengusahakan juga memperbaiki jalan menuju desa Kahaya, tapi kami tidak janji, sebab dana yang dibutuhkan itu sangat besar. “Kata bapak bupati.
Dengan perasaan yang sedikit kecewa, pak Muhlis dan Irwan pun pamit pulang!
Setiba di desa, mereka kembali membicarakan langkah-langkah selanjutnya, namun kali ini sebagian masyarakat sudah putus asa “ Langkah apa lagi yang ingin dibicarakan! semuanya sudah jelas, pemerintah hanyalah bisa berjanji, berjanji dan terus berjanji!! Suatu kesalahan terbesar kalau kalian percaya dengan pemerintah!!Kata salah seorang warga
“Kita tidak boleh bersifat pesimis seperti itu, untuk  langkah selanjutnya saya sendiri yang akan tangani. Saya akan berkunjung ke salah satu desa di kota sebelah. Saya dengar mereka membuat sendiri sistem penerangannya dengan bantuan energi turbin” Kata Irwan dengan tegas.
Dua hari kemudian, akhirnya Irwan tiba di desa Bajoe, desa tersebut menggunakan energi turbin untuk menghasilkan aliran listrik yang nantinya dapat dinikmati oleh masyarakat sekitar. Irwan pun mulai mempelajari cara merakit dan cara kerja turbin tersebut sehingga bisa menghasilkan listrik.
Sebulan kemudian, Irwan pun kembali ke desanya dan menerapkan ilmu yang telah dia dapat. Namun, untuk membuat sebuah pembangkit tenaga listrik dari turbin, membutuhkan dana yang begitu besar untuk membeli alat dan bahan yang diperlukan. Setelah berbicara dengan masyarakat akhirnya disepakati  untuk memungut iuran setiap kepala keluarga. Selain itu mereka juga meminta pertolongan dari desa-desa sebelah dan pemerintah setempat.
Beberapa hari kemudian proyek pembuatan turbin pun di mulai dibawah kendali Irwan. Seluruh alat dan bahan di angkut dengan menggunakan hewan ternak warga seperti kuda dan kerbau. Seluruh warga ikut berpartisipasi, baik itu bapak-bapak, ibu-ibu, pemuda-pemuda,bahkan anak-anak kecil juga ikut berpartisipasi. Kerjasama warga yang begitu kompak ternyata menuai hasil yang baik, beberapa bulan kemudian proyek pembuatan turbinnya pun selesai. Seluruh ,masyarakat Kahaya pun senang sebab mereka sekarang dapat menikmati yang namanya energi listrik dari hasil kerja keras mereka sendiri.
Inilah hasil kerja kita selama ini, jika kita berusaha dan bekerja sama ,tidak ada yang tidak mungkin! Kata Irwan.
Selanjutnya kita harus memperbaiki fasilitas jalanan menuju perkotaan, sehingga dapat dilalui oleh kendaraan!
Melihat kerja keras dan kerja sama  masyarakat Kahaya yang begitu besar, pemerintah setempat pun juga berusaha untuk ikut membantu dalam proyek perbaikan jalanan tersebut. Beberapabulan  kemudian, proyek tersebut telah selesai, sekarang jalanan tersebut sudah bisa dilewati oleh kendaraan.
Masyarakat kahaya sekarang sudah bisa hidup dengan tenang, mereka sudah  bisa menikmati listrik, mereka sudah bisa ke kota tanpa berjalan kaki lagi, cukup dengan menggunakan kendaraan. Selain itu masyarakat Kahaya sekarang menjadi masyarakat yang kreatif dan mandiri, dan berkat pelatihan-pelatihan yang telah diberikan oleh Irwan, sekarang masyarakat Kahaya sudah pandai menggarap dan memanfaatkan hasil pertaniannya sendiri.
Setahun kemudian, Kahaya diberikan penghargaan oleh bapak Presiden RI sebagai desa kreatif dan mandiri. Selain itu Irwan  yang dulunya dikenal sebagai pemuda aneh karena mempunyai mimpi-mimpi yang terlalu tinggi sekarang sudah diberikan kepercayaan untuk menjadi kepala desa di desa Kahaya.

Cerpen ini sengaja ditulis untuk didedikasikan kepada seluruh pemuda Indonesia. Jangan pernah takut bermimpi, Nothing is imposible,                     
 Orang sukses terlahir dari mimpi yang besar.
Hidup Pemuda Indonesia”

Senin, 04 Juni 2012

Pembicara Bisu

0 komentar

Pembicara Bisu
Di sebuah Kerajaan tua di daerah teroiska , daerah yang terletak di sebelah utara sungai Nil.   Kerajaan tersebut dinahkodai oleh seorang raja yang sejak lahir tidak dianugerahi kecakapan untuk berbicara ataupun mendengar dalam artian bisu dan tuli. Raja ini bernama Bernard, Pangeran Bernard tepatnya. Sejak ayahnya meninggal setahun yang lalu  pangeran Bernard harus melanjutkan tahta sang ayah sebagai raja teroiska, sebab hanya dia sendiri yang berasal dari keluarga kerajaan, sang ibu sendiri meninggal ketika ia melahirkan pangeran Bernard.
Selama ini pangeran hanya bisa berkomunikasi dengan menggunakan bahasa tubuh. Setahun masa pemerintahan pangeran Bernard, terdapat begitu banyak masalah yang silih menghadang, penyebabnya sama, karena pangeran Bernard tidak dapat mengkomunikasikan perintahnya dengan baik maka menimbulkan kesalahpahaman antara pangeran Bernard dan para pengawal kerajaanya. Bahkan pernah hampir terjadi perang antar kerajaan akibat ketersinggungan pangeran dari kerajaan Bimbold, yang merasa tidak dihargai sewaktu bertamu ke tempat pangeran Bernard.
Pangeran Bernard pun merenung dan berfikir bagaimana agar apa yang ia ingin katakan dapat dimengerti oleh orang lain dan begitu pun sebaliknya, apa yang orang lain katakan dapat ia simak dengan baik. Ia pun memerintahkan pengawalnya untuk mencarikan dirinya seorang pembicara yang dapat mengkomunikasikan seluruh pemikirannya.Walau dengan susah payah, akhirnya pengawal pun mengerti maksud dari pangeran.
Sang pengawal pun menyebarkan sayembara ini sampai ke pelosok- pelosok desa. Namun tak seorang pun yang berminat untuk ikut dalam sayembara ini, mereka pikir ini adalah hal yang mustahil “bagaimana mungkin kita bisa memahami apa yang ingin dikatakan oleh pangeran sedangkan pangeran sendiri itu bisu dan tuli, pangeran pun tidak dibekali dengan kemampuan menulis ataupun membaca” kata salah seorang masyarakat teroiska.
Dua minggu setelah sayembara itu diadakan masih tak ada seorang pun yang berminat untuk menjadi pembicara pangeran. Namun beberapa hari kemudian muncul seorang gadis pengembala yang mencoba untuk memberanikan diri mengikuti sayembara tersebut. Gadis pengembala ini ternyata juga seorang yang bisu, sang pengawal pun merasa tak yakin , jika seorang gadis bisu dapat menjadi pembicara pangeran .
Sang pengawal pun mempersilahkan sang gadis pengembala untuk bertemu dengan pangeran. Sang gadis pengembala pun mulai menyapa pangeran dengan menggunakan bahasa tubuh. Tak lama kemudian mereka pun mulai bisa menyesuaikan diri. Beranjak dari hal itu sang pengeran Bernard pun mengangkat gadis pengembala tersebut menjadi pembicaranya.
Mulai saat itu, apa yang ingin dikatakan oleh sang pangeran kepada pengawalnya ia komunikasikan dengan sang gadis pengembala dengan menggunakan bahasa tubuh, selanjutnya sang gadis pengembala menyampaikan ke pengawal dengan menggunakan bahasa tulisan, begitu pun sebaliknya jika ada yang ingin dikatakan oleh sang pengawal kepada pengeran, ia mengkomunikasikannya kepada sang gadis pengembala secara langsung, dan nantinya sang gadis pengembala mengkomunikasikan kepada pangeran dengan menggunakan bahasa tubuh.
Beberapa bulan kemudian, kondisi kerajaan mulai membaik semenjak keberadaan pembicara sang pangeran, dan beberapa tahun kemudian  pembicara yang dulunya merupakan seorang gadis pengembala sekarang sudah menjadi seorang ratu kerajaan teroiska.

KU PINANG KAU DENGAN BATU NISAN

3 komentar

KU PINANG KAU DENGAN BATU NISAN




KU LANGKAHKAN KAKI INI KE PERISTIRAHATANMU
NIAT UNTUK BERTEMU, ITU ADA DALAM DIRIKU
ENTAH AKU SADAR ATAU TIDAK
KALI INI KU BAWAKAN SESUATU UNTUKMU

SEBUAH SURAT KALENG YANG KU TUJUKAN PADAMU
ITU CERMINAN DARI HATI KECILKU
ENTAH KAU TERIMA ATAU TIDAK
ITULAH YANG KU TUNGGU

KU BERANIKAN UNTUK LANGSUNG MEMINANG DIRIMU
EMAS 24 KARAT, ITULAH MODALKU
KESEDERHANAAN, ITULAH DIRIKU
SETIA SAMPAI UDARA TAK DAPAT LAGI KU HIRUP, ITULAH JANJIKU

PADI YANG KIAN HARI KIAN MENUNDUK
MENGAWAL KISAH KU INI
SAAT KU TIBA DI ISTANA KECIL MU
KERAMAIAN DI DEPAN PELAPAK MATA INI

KU KIRA KAU TELAH TAHU KEDATANGANKU
KU KIRA INI SAMBUTAN UNTUKKU
KU PIKIR PASTI JAWABANNYA “YA”
NAMUN, ITU HANYALAH SEBUAH PERKIRAAN

SEBUAH MAYAT TERBUNGKUS KAIN KAFAN
TERGELETAK DI ISTANA KECIL MU
KU TERSADAR, ALASAN KERAMAIAN INI
BUKAN KARENA KEDATANGANKU, TAPI KARENA MAYAT ITU

ITU SIAPA BU ?
KALIMAT ITULAH YANG KELUAR DARI MULUT INI
TERTUJU KEPADA SEORANG IBU YANG BERDIRI TEGAK
DI SAMPING LEMARI TUA

NITA ANAK PAK KADES!
ITULAH JAWABAN SINGKAT DARI IBU ITU
KU ULANG KEMBALI PERTANYAANKU, ITU SIAPA BU?
NITA ANAK PAK KADES!

KERAGUAN MASIH MENYELIMUTIKU
KU TANYAKAN SEKALI LAGI KEPADA ORANG YANG BERBEDA
ITU SIAPA PAK ?
NITA ANAK PAK KADES


KERAGUANKU BERUBAH MENJADI KEPASTIAN
JANJIKU BERUBAH MENJADI KETAKUTAN
EMAS 24 KARAT TAK LAGI BERHARGA BAGIMU
BATU NISAN, ITULAH MAS KAWINKU





Minggu, 27 Mei 2012

SIAPKAH ANDA JADI PENGURUS LEMBAGA ?

0 komentar

SIAPKAH ANDA JADI PENGURUS LEMBAGA ?
YUSRI

Setiap Orang Dari Kamu Adalah Pemimpin
Dan Kamu Bertanggungjawab Atas Kepemimpinan Itu
(Al-Hadits, Shahih Bukhari – Muslim)
Penggalan Al-Hadits diatas mengantarkan kita akan pentingnya tanggung jawab dalam sebuah organisasi. Seluruh pengurus dalam sebuah organisasi khususnya dari kalangan pimpinan harus mampu mempertanggungjawabkan setiap langkah perbuatan yang mereka lakukan khususnya setiap kesalahan yang secara tidak sengaja diperbuat. Maka tidak heran banyak orang tidak berani menjadi pengurus dalam sebuah organisasi bukan karena tidak mampu menjalankan organisasi tersebut namun mereka lebih cenderung tidak berani diberikan tanggung jawab untuk menjalankan roda organisasi tersebut.
Berbicara mengenai tanggungjawab dalam sebuah lembaga ada 2 tipe  individu yang sering kita jumpai. Pertama adalah individu yang tidak mau mengalihkan tanggungjawabnya kepada orang lain ketika ia gagal melaksanakan amanahnya, tipe individu yang kedua adalah individu yang tidak ingin dikatakan salah dalam menjalankan amanahnya, mereka lebih cenderung menyalahkan orang- orang disekitarnya dari kesalahan yang ia perbuat. Melihat kedua tipe diatas, kita sudah dapat menebak tipe yang mana yang bertanggung jawab, dan tipe mana yang tidak mempunyai rasa tanggungjawab.
Apakah Anda Siap Jadi Pengurus Lembaga ?
Iya ,Saya Siap
Apakah Anda Mampu Mempertanggungjawabkan Setiap Tindakan Yang Anda Lakukan ?
 Iya, Saya Siap
Disisi lain banyak orang cenderung tidak berani memegang tanggung jawab untuk menjadi pengurus sebuah lembaga, namun disisi lain banyak juga orang dengan mudahnya mengatakan “Saya Siap!”, tanpa memikiran terlebih dahulu secara matang kesiapan dirinya untuk menjadi seorang pengurus lembaga. Sebagian dari mereka hanya mencari sebuah nama, bagaimana agar organisasi yang mereka jalankan mengangkat nama mereka, tanpa memikirkan bagaimana mereka mengangkat dalam artian membanggakan organisasi mereka sendiri.
Hal yang dituturkan diatas merupakan salah satu contoh perilaku kecil yang boleh dikatakan tidak bertanggungjawab. Meminjam istilah dari salah satu penulis muda Indonesia Ma’ruf M.Noor “Banyak orang yang hidup dari lembaga, namun tidak banyak orang yang bisa menghidupi lembaga” . Sepenggal kalimat diatas sejalan dengan contoh perilaku yang telah dipaparkan sebelumnya.
Sikap tanggung jawab sangat penting ditanamkan dalam berlembaga, seorang ilmuwan besar dalam goresan pena Sjafri Mangkuprawira mengatakan “The price of greatness is responsibility" (harga sebuah kebesaran ada di tanggung jawab). Hal yang menjadi penopang untuk berdirinya sebuah lembaga yaitu sikap tanggungjawab dari masyarakat lembaga tersebut. Seberapa besar mereka berkomitmen, maka sebesar itu pulalah yang mereka harus pertanggungjawabkan.
Budaya tanggungjawab dari sebuah lembaga diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya secara berkesinambungan melalui proses internalisasi dan pembudayaan. Melalui kedua proses tersebut budaya tanggungjawab ataupun pemahaman masyarakat lembaga akan tanggungjawab akan terbentuk dan mengkristal dalam keperibadian masyarakat dalam lembaga tersebut.
Maka dari itu penanaman budaya tanggungjawab harus dilakukan sedini mungkin, jika generasi pertama saja sudah menyalahi aturan tanggungjawab dalam berlembaga, besar peluang generasi selanjutnya pun akan terinternalisasi akan perilaku tidak bertanggungjawab. Namun sebaliknya, jika kita membiasakan budaya tanggungjawab dalam berlembaga besar peluang tertanamanya jiwa-jiwa tanggungjawab kepada generasi selanjutnya.
Meminjam tuturan dari Abraham Lincoln “ tanamkanlah budaya tanggungjawab dalam dirimu, anggap tanggung jawab itu sendiri sudah merupakan bagian dari kebutuhan mu yang harus kau miliki”. Dari sepenggal tuturan tersebut menjelaskan bahwa tanggungjawab adalah sebuah kebutuhan yang harus dijalankan oleh masyarakat berlembaga. Tanggungjawab bukanlah sebuah beban besar yang harus dipikul, tanggungjawab bukanlah pekerjaan rumit yang harus dijalankan namun tanggungjawab itu adalah sebuah kebutuhan yang harus dimiliki oleh setiap masyarakat berlembaga.

 Sunting Referensi
Mangkuprawira , Sjafri . 2009. Pentingnya Tanggungjawab. (Online) http://ronawajah.wordpress.com/2009/09/29/pentingnya-tanggung-jawab/. Diakses pada tanggal 23 Mei 2012.



Kamis, 24 Mei 2012

SEBUAH KONSTITUSI DALAM KELUARGA

0 komentar
“SEBUAH KONSTITUSI DALAM KELUARGA”
YUSRI

Dalam sebuah lembaga ataupun organisasi sering kali kita terikat akan aturan ataupun sebuah norma yang termodifikasi dalam sebuah dokumen tertulis. Dokumen ini seperti benda sakral dalam artian tuhan kedua dalam sebuah organisasi. Setiap keputusan ataupun masalah yang didapatkan dalam berorganisasi pastinya akan dikembalikan ke  dokumen sakral ini. Benda ini merupakan pedoman, landasan, prinsip dan tolak pikir organisasi. Tanpa landasan ataupun pedoman, sebuah organisasi akan mudah terombang-ambing oleh derasnya suatu masalah yang nantinya akan dihadapi.
Konstitusi, inilah nama dari benda sakral tersebut yang bahasa latinnya constitution. Meminjam pengertian konstitusi dari para pakar ilmu hukum yang menerjemahkan bahwa konstitusi merupakan sebuah kesepakatan politik dalam pengambilan keputusan ataupun kebijakan. Selain itu bisa juga dikatakan bahwa konstitusi merupakan keseluruhan sistem kelembagaan (berbicara dalam konteks  sebuah lembaga) kumpulan peraturan- peraturan yang mengatur dan mengendalikan lembaga tersebut, istilah ini dipinjam dari salah satu pakar politik K.Clemb Wheare.
Melihat dari perspektif yang berbeda, konstitusi bukan semata- mata sebagai aturan yang kadang kala disesali keberadaanya. Namun sebaliknya tujuan dari konstitusi itu sendiri adalah untuk membatasi kekuasaan pimpinan agar tidak bertindak sewenang-wenang, melindungi hak pengurus ataupun anggota dalam lembaga tersebut dan selain itu tanpa ada aturan yang jelas dan tegas lembaga tidak akan berdiri dengan kokoh.
Bagi sebagian lembaga, konstitusi bukan hanya apa yang disepakati dan dituangkan dalam bentuk tulisan, namun juga termasuk apa yang menjadi kebiasaan –kebiasaan lembaga tersebut yang sering timbul dan dilakukan secara rutin namun tidak tertuang dalam bentuk tulisan. Mengadopsi tuturan dari Miriam Budiarjo yang dituangkan dalam bukunya “Dasar-Dasar Ilmu Politik” menegaskan bahwa sebuah konstitusi mengandung nilai, yang keberadaannya juga tidak kalah penting untuk menopang tegaknya sebuah konstitusi . Nilai – nilai tersebut diantaranya adalah nilai normatif, nilai nominal dan nilai semantik.
Nilai normatif menjelaskan bahwa suatu konstitusi secara sah diterima oleh suatu lembaga ataupun organisasi dan bagi mereka konstitusi itu bukan hanya berlaku dalam arti hokum, melainkan juga berlaku bagi masyarakat dalam lembaga tersebut yang dilaksanakan secara murni dan konsekuen. Nilai nominal menjelaskan bahwa suatu konstitusi secara hukum berlaku, tetapi tidak secara sempurna, hal itu disebabkan karena tidak semua aturan-aturan atapun pasal dalam sebuah lembaga berlaku yang sama bagi lembaga lain. Selanjutnya yang terakhir adalah nilai semantik yang membahasakan bahwa suatu konstitusi yang berlaku hanya untuk kepentingan penguasa dalam artian pimpinan semata.
Secara faktual tujuan dan maksud sebuah konstitusi sudah tergambarkan secara gamblang dibenak masing- masing masyarakat dalam sebuah lembaga. Namun salah satu permasalahan yang sering menghujani sebuah lembaga adalah adanya interferensi antara sebuah konstitusi dan hubungan keluarga. Hubungan keluarga disini dalam artian hubungan yang sudah terjalin secara diantara masyarakat dalam sebuah lembaga.
Salah satu penyebab terbesar terabaikannya maklumat dalam sebuah konstitusi karena adanya interferensi dari hubungan keluarga tersebut. Jika peristiwa ini terjadi maka konstitusi hanyalah sekedar sebuah dokumen tertulis yang berisi aturan- aturan namun tidak direalisasikan maklumat dari isi konstitusi tersebut.  Konstitusi dibuat hanyalah sekedar formalitas sebagai pelarian agar dikatakan sebagai lembaga yang mempunyai konstitusi.
Kadang kala masyarakat dalam lembaga tersebut harus memilih antara tegas atau tidak rela. Tegas untuk menjalankan maklumat sebuah konstitusi ataupun ketidakrelaan untuk memberikan hukuman bagi masyarakat lembaga yang melanggar konstitusi, hal ini dikarenakan  sudah tertanamnya asas kekeluargaan diantara masyarakat dalam sebuah lembaga tersebut.
Dalam sebuah berlembaga, konstitusi selalu diperioritaskan dibandingkan hal yang lain salah satunya asas kekeluargaan yang telah dipaparkan sebelumnya.  Namun kadang kala asas kekeluargaan pun dapat mengambil alih sebuah konstitusi. Jika disandingkan antara  sebuah konstitusi dan asas kekeluargaan, jelas merupakan pilihan yang begitu kompleks. Namun sebagai masyarakat yang berlembaga, sepatutnya kita harus sadar, kapan asas kekeluargaan bisa ditendensikan dengan dengan konstitusi dan kapan asas kekeluargaan tidak bisa ditendensikan sama sekali dengan sebuah konstitusi.

Sunting Referensi
Budiarjo, Miriam dkk. 2003. Dasar- Dasar Ilmu Politik. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.
Asshiddique, Jimly. 2004. Perekonomian Nasional dan Kesejahteraan Sosial Menurut UUD 1945 serta Mahkamah Konstitusi. Makalah.



Selasa, 03 April 2012

REFLEKSI JATUHNYA REZIM SOEHARTO AKANKAH TERULANG KEMBALI ?

0 komentar


Turunkan harga BBM !  Turunkan harga BBM ! jika BBM naik SBY harus turun! Begitulah sorakan- sorakan yang keluar dari mulut masyarakat khususnya mahasiswa yang menolak kenaikan harga BBM.


Refleksi Awal Tahun 2012
Kenaikan harga BBM tentunya menjadi salah satu refleksi awal tahun 2012 dalam kepemerintahan SBY. Tentunya ada beberapa faktor yang melatarbelakangi penyebab terjadinya kenaikan harga BBM ini, salah satunya adalah rendahnya kapasitas cadangan harga minyak yang ada saat ini, selain itu terjadinya kesenjangan antara permintaan konsumen akan BBM dan ketidakmampuan negara-negara produsen untuk meningkatkan produksi BBM sesuai dengan permintaan masyaraka. Sedangkan masalah tingkat utilisasi kilang di beberapa negara dan menurunnya persediaan bensin di Amerika Serikat juga turut berpengaruh terhadap posisi harga minyak yang terus meninggi (Republika Online.com). Hal itulah yang menjadi pijakan pemerintah untuk menaikkan harga BBM.
Kontroversi akan kenaikan harga BBM tentunya mejadi isu hangat yang sering diperbicangkan sekarang ini. Bagaimana tidak, dampak yang akan ditimbulkan akibat kenaikan BBM tersebut sangatlah besar, khususnya bagi masyarakat menengah kebawah. Penolakan kenaikan harga BBM sudah merebak di seluruh penjuru tanah air oleh semua elemen masyarakat. Bahkan salah satu partai besar yang ada di negara ini menginstruksikan dan mengawal secara langsung masyarakat untuk menolak kenaikan harga BBM tersebut.  Hal itu merupakan salah satu bentuk konsistensi partai dalam menanggapi rencana pemerintah. Apalagi, partai besar ini  melihat masih ada alternatif lain selain menaikkan harga BBM untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.


Momentum Pergerakan Mahasiswa
Kontroversi akan kenaikan harga BBM tentunya mengundang respon dari berbagai pihak khususnya mahasiswa. Mahasiswa yang berperan sebagai agen perubahan  tentunya tidak hanya berdiam diri, mereka membuat pergerakan tersendiri untuk menolak kenaikan BBM. Momentum gerakan mahasiswa hingga saat ini sudah memasuki tahap klimaks . Berbagai bentuk tuntutan mahasiswa terhadap pemerintah diwarnai dengan amukan masa, pembakaran ban, perusakan fasilitas negara, dan bentrok- bentrokan dengan aparatur negara. Pergerakan ini tentunya bukan hanya terjadi di satu tempat, namun momentum ini serentak terjadi diberbagai penjuru negara.
Bukan hanya mahasiswa yang melakukan pergerakan sebagai wujud penolakan kenaikan BBM. Contohnya saja para nelayan di jalur Pantai Utara, Lamongan, Jawa Timur, baru-baru ini, melakukan aksi bakar jeriken yang biasa digunakan untuk membeli BBM sebagi bentuk protes rencana kenaikan harga bahan bakar minyak pada April mendatang. Aksi tersebut dilakukan sebagai wujud penolakan terhadap rencana kenaikan harga BBM, para nelayan menilai harga BBM terlalu tinggi dan memberatkan pekerjaan mereka (Metrotvnews.com).
Selain para nelayan,  Sekitar 3.000 orang pekerja / buruh se-Jabodetabek rencananya akan turun ke jalan, pada Selasa (27/3), menolak kenaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) yang direncanakan pemerintah mulai awal April 2012. Pasalnya, kenaikkan harga BBM akan membuat hidup buruh dan seluruh masyarakat Indonesia tambah sengsara. Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Kali Bata, Syukur Sarto, kepada SP Sabtu (24/3) pagi mengatakan, pada tanggal 27 Maret kita turun ke jalan untuk menyatakan dukungan kepada anggota DPR yang juga menolak rencana kenaikkan harga BBM (Media Indonesia.com

Refleksi Jatuhnya Rezim Soeharto
Melihat pergerakan yang dilakukan oleh para mahasiswa tentunya membuat kita teringat mengenai salah satu peristiwa penting beberapa tahun silam yakni peristiwa refleksi jatuhnya rezim soeharto yang terjadi pada tanggal  21 Mei 1998. Berbagai bentuk tuntutan yang dilakukan oleh mahasiswa pada saat itu tergabung dalam rumusan yang jelas bahwa Soeharto harus turun.
Akankah peristiwa jatuhnya rezim soeharto akan terulang kembali pada pemerintahan SBY.  Dengan naiknya harga BBM nantinya sesuai dengan perencanaan yang dilakukan oleh pemerintah, maka rakyat tentunya  akan semakin sengsara karena kehidupan rakyat akan semakin susah. Kesengsaraan rakyat tersebut tentunya akan menimbulkan tuntutan yang nantinya disusul demo besar-besaran mendesak SBY turun dari pemerintahannya.


Pemerintah yang Menentukan
Bagaimanapun pergerakan yang telah dilakukan oleh masyarakat khususnya mahasiswa , namun pada akhirnya keputusan mengenai kenaikan BBM nantinya tetap ada di tangan pemerintah . Marilah kita berikan ruang kepada pemerintah untuk memikirkan apakah BBM tetap dinaikkan, ataupun tidak jadi dinaikkan. Maupun nantinya BBM dinaikkan,  seharusnya  pemerintah segera memperbaiki sarana pra sarana dan infrastruktur agar peghasilan masyarakat bisa meningkat. Dengan begitu maka akan meningkatkan daya beli masyarakat. Jika daya beli masyarakat telah tinggi barulah kenaikan BBM dinilai tepat untuk diterapkan. Begitu pun dengan mahasiswa, aksi unjuk rasa bukan berarti harus merusak sarana pra sarana dan infrastruktur negara. Hal tersebut bukan solusi yang tepat sebagai wujud kepenolakan kita akan kenaikan BBM.

Pages

Herzlich Wilkommen in mein Blog

Herzlich Wilkommen in mein Blog
Yusri

Meine Freunden

Ich bin Schrifteller

Ketika seorang penulis hanya menunggu, maka sebenarnya ia belum menjadi dirinya sendiri”. [Stephen King]

Cari Blog Ini