Minggu, 17 Juni 2012

BERSENANDUNG TULISAN DENGAN UTHAYA SANGKAR

0 komentar

Pada hari Jumat tanggal 15 Juni 2012 Makassar International Writer’s Festival (MIWF) 2012 kembali menghadirkan penulis- penulis luar negeri. Salah satunya yaitu seorang penulis ternama yang berasal dari Malaysia, beliau bernama Uthaya Sangkar. Pada kesempatan kali ini beliau akan memberikan workshop menulis kepada para peserta, bagaimana cara memulai sebuah tulisan, bagaimana menentukan tema dalam sebuah tulisan dan masih banyak lagi yang akan diajarkan oleh Uthaya Sangkar dalam workshop menulis ini.
Sebelum memulai workshop, penulis yang sering dipanggil dengan nama Uthaya ini mempersilahkan kepada peserta untuk memperkenalkan dirinya dan menceritakan sampai mana pengalaman menulis yang telah dilakukan. Diantara peserta yang mengikuti worksop ini ternyata sebagian besar peserta sudah mempunyai jam terbang tinggi dalam hal tulis menulis, bahkan ada peserta yang tulisannya telah dimuat di beberapa media cetak sampai 30 tulisan. Uthaya Sangkar pun memberikan apresiasi yang besar terhadap peserta tersebut atas pengalamanya dalam bidang menulis.

“Sebagian penulis Malaysia sebenarnya bercermin pada penulis Indonesia” tegas Uthaya Sangkar. Salah satu perbedaan antara penulis Malaysia dan penulis di Indonesia adalah dari perspektif tema yang digunakan. Di Malaysia para penulis tidak terlalu mengutamakan yang namanya tema dalam membuat sebuah karya sedangkan di Indonesia tema sangatlah diutamakan dalam membuat sebuah karya, baik itu cerpen, novel puisi dan lain sebagainya.

Uthaya Sangkar telah menggemari yang namanya menulis sejak sekolah menengah pertama. Sejak SMP Uthaya Sangkar sering meceritakan apa yang dialaminya dalam bentuk sebuah tulisan di buku kecilnya. Kegemaran tersebut terus berlanjut sampai Uthaya beranjak dewasa dan mempunyai seorang anak. Sekarang karya- karya Uthaya baik itu cerpen ataupun puisi, sering menghiasi salah satu media cetak ataupun media online di Malaysia. Menurutnya itu adalah ruang yang harus ia hiasi dengan karya- karya pribadinya.

Salah satu tips yang diberikan oleh Uthaya kepada para peserta ialah “ Semakin banyak yang kita baca, semakin banyak pula yang bisa kita tulis” Ungkap Utahya dengan nada tegas. Selain itu sebagai penulis Uthaya sering mendapatkan inspirasi dari kehidupan sehari- hari, objek tulisannya tidak hanya terpaku pada manusia namun juga sering menggunakan hewan sebagai objek dari tulisannya. Inspirasi tersebut menutup diskusi kita kali ini mengenai “ Writing Workshop with Uthaya Sangkar” besar harapan penulis setiba di Malaysia nanti ia dapat menuliskan pengalamanya mengenai kota Makassar. (15/06/2012)

“RIVER’S NOTE DALAM MIWF 2012”

0 komentar


 

 River, sejak ku tahu kau akan lahir ke dunia, aku mencoba mengingat kembali pelajaran- pelajaran kecil, tetapi berharga, yang mungkin tercecer atau terlupa. Kutemukan semua dari hal sederhana sampai luar biasa. Lalu kusiapkan semua kisah ini untukmu agar kau bisa mengingatnya sebagai pelajaran hidup “ Itulah sepenggal untaian perasaan kasih sayang yang ingin disampaikan oleh Fauzan Mukrim kepada anaknya yang diberi nama River.

River’s Note, itulah judul buku yang ditulis oleh salah satu penulis ternama yaitu Fauzan Mukrim yang menceritakan tentang kota, bangsa dan berbagai peristiwa yang dialami oleh penulis yang nantinya akan dipersembahkan kepada anak tercintanya River. Harapannya agar sang anak dapat mengenal lebih dekat ayahnya” Fauzan Mukrim” yang sering disapa dengan nama pak Fauzan.

Minggu 17 Juni 2012, Makassar International Writers Festival (MIWF) 2012 kembali menghadirkan penulis- penulis ternama baik itu dalam negeri maupun  luar negeri. Pada kesempatan kali ini “ Fauzan Mukrim” berperan sebagai narasumber dalam acara “Book Launch: River’s Notes with Fauzan Mukrim”. Begitu banyak peserta yang ingin berpartisipasi dan bertemu secara langsung dengan penulis buku River’s Note ini. Selain Fauzan Mukrim, juga hadir sang istri dan sang inspirasi dalam artian anak dari pak Fauzan “River” di tengah- tengah peserta.

Sebagai pembuka acara, Fauzan Mukrim menceritakan bahwa ada 3 kejadian yang melatarbelakangi beliau sehingga beliau menulis buku ini salah satunya yaitu ketika ayahnya terbaring sakit  beberapa hari sebelum dia meninggal dunia, sang ayah bertanya kepada Fauzan “ pulau- pulau mana saja yang perna kau datangi” Ungkap sang ayah. Fauzan pun menceritakan pulau- pulau yang ia pernah kunjungi, dan  ternyata beberapa tempat yang telah didatangi oleh Fauzan juga pernah didatangi oleh sang ayah . Fauzan pun terkejut, Fauzan mengira selama ini ia sudah akrab dengan ayahnya, sudah mengenal baik ayahnya namun ia sadar bahwa dia belum begitu mengenal ayahnya selama ini. Ia belum mengetahui bagaimana ayahku bisa bertemu dengan ibuku dan masih banyak hal lain dari sang ayah yang tidak diketahui oleh Fauzan Mukrim.

Beranjak dari hal tersebut Fauzan pun berinisiatif untuk menulis segala sesuatu yang dialaminya yang nantiya akan dipersembahkan kepada sang anaknya. “ Aku tak ingin mengulang kesalahanku, aku ingin anakku mengenalku melebihi caraku mengenal ayahku” tegas Fauzan Mukrim. Bermula dari hal tersebut Fauzan Mukrim pun mencoba untuk menulis segala catatan hariannya sebagai bekal persembahan untuk sang anak baik di blog, facebook, notes dan catatan lainnya.

Niat untuk membuat sebuah buku sebenarnya tidak perna terlintas dipikiran Fauzan Mukrim sendiri. Beliau hanya membayangkan tulisannya nantinya hanya berupa sebuah tumpukan kertas HVS yang akan diberikan kepada anaknya ketika dewasa nanti. Namun ternyata apa yang dipikirkan oleh Fauzan Mukrim tidak sejalan dengan realita yang terjadi. Seorang penerbit yang telah membaca catatan harian yang telah ditulis oleh Fauzan Mukrim tertarik untuk menjadikan catatan harian tersebut menjadi sebuah buku. Segala puji bagi Allah, itulah yang dirasakan oleh Fauzan Mukrim , tumpukan kertas HVS tersebut bisa menjadi sebuah buku yang berjudul “ River’s Note”.

“Semakin banyak yang aku tulis, semakin aku berfikir akulah yang justru banyak belajar darimu, dan inilah persembahan dariku, sebuah catatan cinta untumu” tegas Fauzan Mukrim kepada sang anak, sekaligus menutup acara diskusi kali ini. Namun sebelumnya moderator juga memperjelas bahwa ada dua hal yang bisa disimpulkan dalam buku ini. Pertama buku ini bisa digunakan sebagai buku pendidikan yang mengajarkan orang tua dalam mendidik seorang anak dengan menggunakan sebuah konteks. Kedua, buku ini berisikan peluru berupa cerita- cerita kecil yang merupakan modal ataupun kekuatan tersendiri yang dimiliki buku “ River’s Note” ini. Kesimpulan tadi sekaligus menutup kegiatan diskusi mengenai buku “ River’s Note” ini. (17/06/2012).

Pages

Herzlich Wilkommen in mein Blog

Herzlich Wilkommen in mein Blog
Yusri

Meine Freunden

Ich bin Schrifteller

Ketika seorang penulis hanya menunggu, maka sebenarnya ia belum menjadi dirinya sendiri”. [Stephen King]

Cari Blog Ini